Lebak, – Tradisi tahunan Seba Baduy resmi dimulai hari ini. Sebagai rangkaian pembuka, sebuah gelaran sarasehan budaya diadakan untuk membedah kearifan lokal masyarakat Kanekes di tengah gempuran modernisasi.
Kegiatan ini sebagai ruang diskusi strategis yang mempertemukan berbagai sudut pandang.Sarasehan ini menghadirkan jajaran pembicara lintas disiplin untuk memberikan gambaran mengenai eksistensi masyarakat Baduy, diantaranya Jet Bakels merupakan Antropolog budaya sekaligus peneliti Baduy asal Belanda yang menyoroti perspektif global terhadap pelestarian adat. Kemudian Niduparas Erlang seorang Peneliti tradisi Baduy yang membedah kekayaan literasi lisan dan filosofi kuno. Irfan Budiono, merupakan pendiri komunitas pesisir dan laut Banten Selatan yang mengaitkan hubungan budaya adat dengan konservasi lingkungan. Serta Kang Narman yang merupakan perwakilan pemuda Kanekes sekaligus atlet maraton yang merepresentasikan semangat generasi muda Baduy dalam menjaga identitas di era digital.
Diskusi ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah refleksi mengenai peran penting masyarakat adat sebagai penjaga keseimbangan alam. Fokus utama pembicaraan adalah bagaimana kearifan lokal Baduy tetap relevan dan mampu beradaptasi tanpa harus kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman yang kian pesat.
Dengan dimulainya sarasehan ini, rangkaian Seba Baduy diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya penghormatan terhadap masyarakat adat di Indonesia.
Total Users : 127920
Views Today : 447
Views This Month : 14957
Views This Year : 55838
Who's Online : 0