Beranda » Berita Pemerintahan Lebak » Perkuat Ketahanan Pangan dan Industri Perunggasan, Kabupaten Lebak Bentuk Tikorda Pencegahan Zoonosis dan PIB

Perkuat Ketahanan Pangan dan Industri Perunggasan, Kabupaten Lebak Bentuk Tikorda Pencegahan Zoonosis dan PIB

by Ageng
5 views

Lebak, — Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan resmi menggelar Pertemuan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru (PIB) Kabupaten Lebak pada Selasa, 20 Oktober 2026 bertempat di Hotel Grand Keisha Rangkasbitung. Langkah ini diambil guna memperkuat perlindungan kesehatan hewan dan masyarakat di tengah pesatnya industri perunggasan di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dalam sambutannya menyambut baik pembentukan forum koordinasi ini. Wakil Bupati menegaskan bahwa agenda ini menjadi bagian penting dalam menjamin ketahanan pangan di Kabupaten Lebak, mengingat isu ketahanan pangan tidak dapat berdiri sendiri dan saling terikat dengan kesehatan hewan serta lingkungan.

​Dalam kesempatan tersebut, Wakik Bupati juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat agar kembali mengucurkan insentif bagi usaha peternakan di tingkat daerah. Insentif ini dinilai penting agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut merasakan manfaat nyata dan nilai tambah atas kehadiran sentra peternakan di wilayah mereka.

​”Mari bersama-sama kita sukseskan program ini demi mewujudkan industri perunggasan yang tangguh, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Lebak,” pungkas Amir.

Sementara itu, ​Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, menyampaikan bahwa Kabupaten Lebak memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam sektor peternakan nasional karena aktivitas industri perunggasannya yang sangat besar.
​
Menurutnya, penguatan sektor kesehatan perunggasan menjadi prioritas yang mendesak melalui langkah terpadu, mulai dari penguatan surveilans, deteksi dini, penerapan biosekuriti yang ketat, jaminan keamanan pangan asal hewan, hingga komunikasi risiko kepada masyarakat.

​”Dengan pendekatan One Health (Satu Kesehatan), kita memastikan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung terwujudnya masyarakat dan lingkungan yang sehat. Ketersediaan pangan yang aman dan perekonomian daerah yang kuat adalah fondasi utama untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh,” ujar Hendra seraya berharap Tikorda Lebak dapat menjalankan perannya secara optimal.

​Pembentukan Tikorda ini diharapkan menjadi wadah sinergi yang solid antar-instansi terkait dalam mendeteksi serta merespons potensi ancaman penyakit menular dan zoonosis sedini mungkin demi keamanan pangan serta kesehatan masyarakat.

Berita Terkait